welcome in my maya world

Cinta Putih itu sebenarnya ada satu dalam diri manusia dan ta'kan terbagi. Kalaupun itu terbagi dia ta'kan utuh lagi.

MAKALAH

strategi peningkatan pangsa pasar TEKSTIL di pasar International

Di susun oleh :

FUAD NUR SETYAWAN

STMIK DUTA BANGSA

SURAKARTA

2009

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia yang sedang dilanda krisis moneter tetap berusaha melaksanakan pembangunan disegala bidang yang memerlukan dana yang besar. Pada mulanya ekspor migas merupakan andalan pemerintah dan sumber perolehan devisa negara. Karena pendapatan minyak mentah Indonesia di pasar dunia terbatas kuota maka pemerintah mengeluarkan deregulasi dibidang ekonomi untuk sektor non migas untuk mempermudah dan merangsang dunia usaha untuk melaksanakan eksport. Tekstil adalah salah satu komoditas ekspor Indonesia pada beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan ekspor yang besarnya menurut Biro Pusat Statistik (BPS) Jakarta yang dipantau pada bulan Mei pada tahun 1995 sebesar 298.315.903 ton dengan nilai USD 2.275.083.515, tahun 1996 sebesar 336.592.847 ton dengan nilai USD 2.465.093.757, tahun 1997 sebesar 445.346.973 ton dengan nilai USD 2.772.515.945 dan pada tahun 1998 terjadi penurunan sedikit menjadi 435.905.969 ton dengan nilai 2.038.786.450, sedangkan pada tahun 1999 terjadi peningkat kembali menjadi 608.381.126 ton dengan nilai sebesar USD 2.324.533.580. Walaupun nilai ekspor tekstil secara keseluruhan meningkat tapi tidak meningkatkan pendapatan seluruh eksportir. Hal ini disebabkan oleh karena banyak muncul pemain ekspor tekstil baru yang menyebabkan persaingan yang semakin ketat. Menurut BPS 1996, sektor industri tekstil menyerap tenaga kerja sebanyak 625.646 orang, terhadap gross national product (GNP) Indonesia sebesar Rp 538,9 triliun industri tekstil memberikan kontribusinya sebesar 2,75 %. Jumlah industri tekstil termasuk pemintalan benang di indonesia sebanyak 2242 buah pabrik, tapi perusahaan tekstil yang akan dibahas disini adalah di bidang weaving dan processing di Indonesia berjumlah 558 perusahaan dan kebanyakan dari mereka memiliki masalah pembuangan limbahnya yang sangat berpengaruh terhadap lingkungan.

B. Perumusan Masalah

Dari analisis diatas dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut :

1. Bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan untuk meningkatkan pangsa pasar eksportnya.

2. Dengan semakin ketatnya persaingan apakah sistem distribusi dan pemasaran yang ada sudah memadai atau perlu ditingkatkan.

C. Tujuan Penelitian

1. Mencari strategi yang tepat untuk meningkatkan pangsa pasar Tekstil dipasar International.

2. Meninjau faktor distribusi yang ada apakah sudah cukup menunjang strategi pemasaran yang diperlukan oleh Perusahaan Tekstil.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Visi Perusahaan.

Dari Visi perusahaan dapat dianalisis pemanfaatan teknologi yang dimaksud adalah memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi oleh perusahaan untuk melakukan terobosan secara cepat dalam mencari pasar sasaran ekspor tekstil yang baru maupun untuk mengadakan hubungan yang lebih efektif dan efisien dengan patner bisnisnya seperti agen dan distributor di luar negeri. Perusahaan meningkatkan pemasaran dengan pengembangan teknologi dengan ditingkatkannya sumber daya manusia (SDM) dan departemen R&D untuk mencari dan membuat tekstur kain yang spesifik yang mempunyai keunggulan deferensiasi produk.

1. Pernyataan Misi Perusahaan

Dinyatakan dengan pengembangan produk baru dilakukan dengan diciptakan berbagai macam jenis kain baru untuk mengisi pasar, operator mesin weaving ditingkatkan keakhliannya dalam menangani dan mengoperasikan mesin, sehingga selain dapat menangani mesin dengan lebih baik juga menghasilkan mutu produk yang semakin baik serta meningkatkan efisiensi juga kemampuan seorang operator untuk menangani, mengoperasikan dan memantau 6 mesin sekaligus akan meningkatkan efisiensi produksi. Hal lain terlihat dari kualitas produk yang dihasilkan sudah memenuhi standar Amerika dan Eropa, sehingga kualitas produknya sudah diakui sebagai komoditas ekspor yang bertaraf internasional.

Untuk cara pemasaran ekspor selain secara langsung kepada distributor dirintis pula kepada agen baik yang mempunyai perwakilan di Indonesia maupun yang ada diluar negeri dengan cara melakukan penetrasi pasar terutama dipasar internasional dengan dasar keunggulan bersaing seperti: produk tekstil mengandung keistimewaan daya tahan, gaya, rancangan serta pelayanan dengan kemudahan dan ketepatan waktu pengiriman untuk tujuan memenuhi kepuasan pelanggan.

2. Filosofi Perusahaan

a. Hubungan Perusahaan dengan Stake Holder :

Hubungan perusahaan dengan recruitmen dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produktivitas masyarakat disekitarnya dan hubungan perusahaan dengan masyarakat cukup baik tampak pada pedulinya perusahaan memperhatikan pengolahan air limbah agar tidak merusak lingkungan sekitar perusahaan, disamping itu untuk karyawan yang cukup berprestasi akan diberikan penghargaan pada saat acara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

b. Tujuan Perusahaan.

Tujuan perusahaan dalam 1 sampai 2 tahun terakhir ini adalah meningkatkan pemasaran tekstil terutama dengan ekspor tekstil dan berusaha agar kinerja perusahaan perusahaan berada pada tingkat yang sehat untuk pencapaian laba yang sesuai dengan performa perusahaan dalam persaingan yang makin ketat dengan meluncurkan jenis produk yang spesifik kepasar Internasional terutama kepasar Eropah, Inggris dan Amerika mengingat harga jual tekstil kenegara tersebut masih cukup tinggi disamping itu perilaku distributor atau agen untuk negara-negara tersebut relatif baik dalam arti masih dapat memegang janjinya (gentleman). mengurangi 'idle' mesin dengan memberi prioritas pengolahan persiapan kain setengah jadi khusus untuk order dari negara Eropa, Inggris dan Amerika.

c. Kebijakan Perusahaan

Pihak manajemen sangat tanggap terhadap situasi pasar baik mengenai permintaan produk yang belum dihasilkan oleh perusahaan maupun dalam hal peningkatan kualitas produk. Dengan jenis produk yang bervariasi dan kualitas yang memenuhi standar akan menjamin kesinambungan penjualan dan menguatnya daya saing.

Gaya manajemen dalam tiga tahun terakhir ini mengarah pada gaya yang fleksibel terhadap aktifitas organisasi perusahaan. Hal ini tampak dengan perubahan struktur organisasi dengan tujuan untuk meningkatkan performa perusahaan, disamping itu juga manajemen cukup memperhatikan sumber daya manusia staf dan karyawan yang berkompeten untuk mengembangkan keakhliannya. Sedangkan untuk proses produksi dimodifikasi dengan performa mesin yang ada guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tekstilnya.

1. Faktor Ekonomi:

Mengingat kontribusi tekstil terhadap Gross National Product sebesar 2,75 % maka masih diperlukan peningkatan pemasaran produk tekstil kepasar internasional. Perusahaan perlu mengetahui arah perekonomian dari negara dimana ia beroperasi. Menurunnya nilai rupiah terhadap US dollar menjadikan barang - barang ekspor dari Indonesia lebih kompetitif dibandingkan dengan barang - barang dari negara pesaing terutama negara-negara yang tidak mengalami depresiasi nilai mata uangnya. Keadaan perekonomian ini menguntungkan sebagian perusahaan pelaku ekspor, tapi bagi yang tidak pandai mengelola keuangannya akan mendapat keuntungan yang makin mengecil, bahkan beberapa perusahaan banyak yang bangkrut atau mengurangi kegiatan usahanya dan sebagai akibatnya makin meluas pengangguran. Namun demikian ada pengusaha / eksportir justru mengalami kemajuan dalam usahanya dalam kondisi naiknya kurs US dollar, terutama perusahaan yang mengekspor barang - barang dengan bahan baku lokal atau kandungan lokalnya tinggi.

2. Faktor Politik dan Hukum.

a. Kebijakan pemerintah di bidang ekspor - impor mengenai deregulasi di bidang industri dan perdagangan secara bertahap. Kemauan yang kuat dari pemerintah untuk menggalakkan ekspor terutama non-migas akan memberikan rangsangan bagi para eksportir untuk meningkatkan volume ekspornya. Rangsangan tersebut dapat berupa kemudahan - kemudahan dalam hal investasi maupun keringanan pajak bagi perusahaan - perusahaan yang berorientasi ekspor.

b. Kemauan yang kuat dari pemerintah untuk menggalakkan ekspor terutama non-migas akan memberikan rangsangan bagi para eksportir untuk meningkatkan volume ekspornya. Rangsangan tersebut dapat berupa kemudahan - kemudahan dalam hal investasi maupun keringanan pajak bagi perusahaan - perusahaan yang berorientasi ekspor.

c. Kebijakan perijinan sesuai Peraturan Pemerintah Repoblik Indonesia no.13 tahun 1999 tentang perijinan usaha industri menyatakan untuk setiap pendirian usaha industri wajib memperoleh ijin usaha industri. Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan no. 256 / MPP / KEP / 7 / 1997, tanggal 28 Juli 1997 tentang Ketentuan dan Tata cara pemberian Ijin Usaha Industri, Ijin Perluasan Tanda Daftar Industri. Perusahaan yang meluaskan usaha lebih besar 30 % dari kapasitas produksi diwajibkan memperoleh Ijin Perluasan.

3. Situasi Politik

Kondisi politik luar negeri maupun dalam negeri dapat mempengaruhi iklim usaha yang baik langsung maupun tidak langsung. Pergantian pemimpin salah satu negara dapat mengubah arah kebijaksanaan dalam perdagangan internasional. Hubungan dagang dengan negara - negara yang pemerintahnya relatif stabil lebih menguntungkan dari pada negara - negara yang sering bergolak. Demikian juga keadaan politik dalam negeri yang stabil akan menjamin kelangsungan dan iklim berusaha. Walaupun untuk ekspor kenegara Amerika Serikat dan Eropah memiliki peluang pasar relatif besar namun pembatasan kuota, isu hak asasi manusia dan isu lingkungan menjadi hambatan utama dalam pemasaran ekspornya.

Kondisi politik luar negeri khususnya negara - negara tujuan utama ekspor kain polyester light georgete yaitu : Amerika, Jerman, Inggris, Perancis, Bagian negara UAE seperti Dubai dan Jeddah. saat ini dalam keadaan stabil. Dari ke enam negara tersebut Amerika, Perancis, Inggris dan jerman menjadi tujuan ekspor utama. Pada waktu yang akan datang volume ekspornya masih dapat ditingkatkan. Hambatan kuota untuk negara Eropa harus dapat diatasi demikian pula masalah kuota untuk negara Amerika harus dapat diatasi. Masalah penanganan kuota akan dibahas lebih lanjut pada analisis strategi pemasaran ekspor tekstil. Kondisi politik di negara - negara seperti Thailand, Malaysia, Singapore, Hongkong saat ini dinilai cukup stabil. Dilihat dari segi politik, peluang ekspor ke negara - negara tersebut masih memungkinkan .

B. Analisis Lingkungan Industri Tekstil

Dari hasil kuisioner enam responden internal dan eksternal (Bab III) dan analisis persaingan industri ditentukan oleh intensitas persaingan antar kompetitor, Intensitas ancaman pendatang baru, Intensitas ancaman barang substitusi, Intensitas kekuatan tawar menawar pemasok, dan Intensitas kekuatan tawar menawar pembeli. Analisis persaingan industri digunakan Porter's five force model menunjukkan kategori intensitas persaingan relatif sedang.

Persaingan Antar Pesaing Industri Tekstil

Ditentukan oleh jumlah pesaing, pertumbuhan industri, biaya tetap, diferensiasi produk, tambahan kapasitas yang diperlukan, karakteristik pesaing dan hambatan keluar industri. Persaingan antar pesaing industri Tekstil kategori "sedang” karena tingkat diferensiasi produk sangat beragam, hambatan besar untuk keluar dari Industri Tekstil dan jumlah order meningkat pada saat secara insidentil dan tidak menentu dari tahun ke tahun kadang menuntut tambahan kapasitas produksi. Selain itu arus order terlambat membuat kapasitas mesin sebagian idle. Kahadiran pesaing industri dari dalam negeri patut diperhitungkan walupun hasil produknya belum seperti standard produksi PT. A ataupun PT. B tapi untuk pasar menengah kebawah cukup mengurangi porsi pangsa pasar tekstil terutama harganya lebih murah sekitar 20 % tapi kualitasnya juga tidak memenuhi standar negara - negara Amerika, Perancis, Inggris dan Jerman. Sedangkan pesaing yang paling dominan adalah pesaing dari group sendiri yaitu PT. B. Untuk mengantisispasinya ialah dengan meningkatkan kemampuan menciptakan desain - desain yang baru dengan arah warna yang spesifik dan waktu pengiriman yang lebih cepat akan membuat PT. A dapat lebih bersaing dipasar internasional.

Hal ini ditunjukkan dengan besarnya intensitas antar pesaing kapasitas sedang, tapi kuncinya penetrasi pasar adalah kewaspadaan pada karakteristik pesaing.

Kekuatan Tawar Menawar Pemasok

Perusahaan Tekstil juga memproduksi atau memasok sendiri grey yang menjadi senjata untuk peluncuran perdana dipasar Amerika . Selain itu jumlah pemasok bahan kimia untuk menunjang produksi tekstil sangat banyak, disamping itu jenis bahan kimia dyestuf untuk melengkapi proses produksi printing dan dyeing ditawarkan berbagai jenis dan merk oleh para pemasok seperti dari perusahaan kimia Perancis, Jerman dan Amerika yang kantor perwakilannya ada di Jakarta, sehingga Perusahaan Tekstil mempunyai bargaining power yang tinggi. Intensitas kekuatan tawar menawar pemasok ditentukan oleh jumlah, tingkat diferensiasi produk yang dipasarkan, peran produk yang dipasok bagi pelanggan, tingkat kepentingan pelanggan industri bagi pemasok, ancaman adanya produk substitusi dan ancaman integrasi kedepan oleh pemasok. Dalam industri Tekstil kekuatan tawar menawar pemasok termasuk kategori "sedang".

Kekuatan Tawar Menawar Pembeli

Ditentukan oleh jumlah pemasok, ciri produk, biaya pengalihan, nilai produk dalam struktur biaya pembeli, kesempatan integrasi kebelakang, tingkat kepentingan kualitas produk bagi pembeli dan informasi yang dimiliki pembeli. Intensitas kekuatan tawar menawar pembeli pada industri tekstil termasuk kategori "sedang" karena :

a. Tergantung pada besarnya keuntungan yang diperoleh pembeli.

b. Tingkat kepentingan kualitas produk bagi pembeli masih rendah.

Sekalipun perusahaan pembeli tersebut berbasis dinegaranya seperti Hongkong, Jeddah, Jepang tapi mereka juga memiliki kantor cabang dibeberapa negara lainnya, disamping itu barang yang dibeli dari Perusahaan Tekstil tidak terbatas untuk tujuan negara tersebut, melainkan dapat ke negara Eropa dan negara lainnya. Importir - importir tersebut merupakan agen pembelian dan mereka memiliki agen penjualan. Selain itu mereka juga mempunyai jaringan pemasaran dan lebih aktif mencari pasar sasaran untuk produksi yang diimpornya. Hal tersebut menguntungkan Perusahaan yang memiliki jaringan yang luas diluar negeri tetapi untuk pengembangan pemasaran dan peningkatan pangsa pasar harus mulai dilakukan pemasaran secara langsung terutama pada konsumen industri (garmen), sehingga Perusahaan Tekstil dapat mengurangi ketergantungan terhadap para agen atau distributor, selain itu posisi para agen dan distributor dapat dikendalikan oleh perusahaan.

Distributor terbesar Perusahan Tekstil Indonesia ialah Monash yang berkantor pusat di Dubai, pasar utamanya adalah Dubai, Jerman dan Perancis. Sedangkan distributor lainnya adalah Castel yang berkantor pusat dinegara Jepang tapi pengiriman barangnya selalu kenegara Eropah dan Timur tengah seperti Jerman, Perancis, Dubai dan Jeddah.. Distributor ketiga besar adalah Sgr yang berkantor pusat di Paris. Posisi mereka dipasar sangat membantu Perusahaan Tekstil karena selain membeli produk tekstil dari Perusahaan mereka juga berfungsi sebagai distributor yang mengatur siklus hidup produksi suatu jenis kain pada booking season tertentu. Sehingga setiap pedagang dipasar internasional yang membeli barang dari mereka akan mendapatkan dua keuntungan dalam arti keuntungan jaminan mutu dan desain produk tekstil

Ancaman Pendatang Baru

Mengingat struktur pasar produk tekstil adalah persaingan sempurna dan adanya produsen dari negara Myanmar, China, Vietnam yang memiliki performa lebih baik dalam hal waktu produksi yang lebih singkat dan waktu pengiriman lebih cepat dan tepat. Dengan demikian kehadiran mereka patut diperhitungkan walaupun hasil produksi mereka dalam arti kualitas produk tekstil yang dihasilkan mereka masih dibawah hasil produk tekstil PT. A ataupun PT. B , maka hasil produksi mereka banyak mengarah pada pasar menengah kebawah seperti pemasaran kenegara India, Turki, Agfanistan, Colombo, Srilangka dan Afrika.

Setiap transaksi pasar tidak memiliki pengaruh dominan terhadap harga pasar, tetapi ditentukan oleh jenis, kualitas dan desain produk tekstil yang akan dijual. Ancaman pendatang baru ditentukan oleh skala ekonomi, diferensiasi produk, kebutuhan modal, biaya pengalihan, akses ke saluran distribusi, keunggulan relatif dan kebijakan pemerintah.

Dalam struktur biaya tetap yang paling besar (fixed cost) ialah depresiasi dan nilai mesin serta kelengkapannya. Dalam kondisi perekonomian sekarang ini sampai dua tahun kedepan ancaman pendatang baru diduga relatif kecil dan dapat diantisipasi dengan cara segera mengisi produk tekstilnya dipasar Internasional untuk meningkatkan pangsa pasar barang impor dinegara yang dituju dan meningkatkan akses kesaluran distribusi sehingga akan menjadi barier to entry bagi pemasok asing (produk barang impor milik perusahaan asing).

Ancaman Barang Substitusi

Ditentukan oleh produk yang memiliki fungsi yang sama, perkembangan teknologi, tingkat harga produk substitusi, Ancaman barang substitusi pada lingkungan industri tekstil termasuk dalam kategori sedang.

Khusus untuk pasar negara India dan Afrika bila ada produk tekstil yang memiliki desain yang sama, maka produk substitusi yang berharga murah yang lebih mudah dipasarkan. Bahan baku substitusi untuk produk tekstil pasar negara Amerika, Jerman, Perancis dan Inggris relatif hampir tidak ada. Karena distributor sangat menekankan keutuhan kontruksi dan material kain yang selalu diikuti dari saat diperkenalkan, dipesan dan pada saat pengiriman. Sehingga bila ada perbedaan kontruksi kain sebaiknya diinformasikan terlebih dahulu Perilaku konsumen negara - negara tersebut sangat mengutamakan keterbukaan dari pihak produser.

Alternatif Strategi Pemasaran

Berdasarkan hasil analisis GE matrik dapat dibuat alternatif strategi pemasaran dapat diidentifikasi faktor - faktor daya tarik industri Perusahaan dan kekuatan bisnis Perusahaan, yaitu:

Menurut prioritas dari matrik kekuatan bisnis Perusahaan maka efektifitas penjualan/saluran distribusi menjadi sangat penting dalam menentukan keunggulan Perusahaan yang menjadi pengikut Salah satu penyebab kesenjangan antara produsen dan distributor adalah mengenai distribusi. Distributor sangat berperan dalam menghubungkan secara fisik dari konsumen kepada produsen. Saat ini dalam menyalurkan produknya Perusahaan berupa penjualan langsung kepada konsumen industri. Hal ini dilaksanakan karena konsumen industri, khususnya industri berskala besar mampu menyerap produk tekstil dalam jumlah yang besar dibandingkan dengan konsumen yang berskala kecil. Ditributor saat ini masih relatif kecil dari segi jumlah, maupun penyerapan secara kuantitas dan pada umumnya masih berkonsentrasi di UAE, khususnya di negara Dubai dan Jeddah. Distribusi saat ini sebagian kecil dilakukan dengan cara distribusi langsung dilakukan sendiri oleh Perusahaan. sebagian besar dilakukan dengan distribusi melalui distributor. Apabila kondisi ini berjalan terus, maka Perusahaan hanya akan tergantung pada distributor dan pelanggan saat ini. Kondisi ini hanya baik saat terjadi pembelian.

Prioritas alternatif kedua ialah ditingkatkannya pelayanan berupa ketepatan waktu dalam pengiriman kenegara tujuan yang akan meningkatkan penjualan dan meningkatkan laju pertumbuhan pangsa pasar, baik dengan fasilitas non kuota atau dengan fasilitas kuota. Karena hambatan kuota pada saat pengiriman.

Alternatif ketiga ialah dengan meng-evaluasi kontrol pelayanan pemasaran kepada konsumen industri untuk melakukan penilaian terhadap atribut - atribut Perusahaan. Dengan demikian komunikasi akan selalu terjadi, sehingga keluhan pasca pembelian dapat segera diantisipasi. Untuk menjaga loyalitas pelanggan Perusahaan juga dapat melakukan kerjasama dengan memuat perjanjian kerja jangka panjang dengan fasilitas pengiriman yang leih cepat dan fasilitas bank desain yang akan dikirimkan secara periodik dan berkesinambungan.

Alternatif keempat adalah dikembangkannya oleh manajemen pemasaran Perusahaan dalam memasarkan produk tekstilnya kepasar internasional sesuai analisis kekuatan bisnis Perusahaan adalah dengan meningkatkan promosinya. Program promosi yang telah dilakukan adalah pada saat peluncuran produk baru pada konsumen industri akan mendapatkan harga promosi.

Berdasarkan pada analisis kekuatan bisnis pasar Eropa Perusahaan perlu ditingkatkan pangsa pasar dengan cara meningkatkan penjualan dengan meningkatkan kemampuan dasar dari arah warna yang baik pada hasil analisis Citra atribut produk tekstil dan desain yang sesuai dengan selera pasar internasional pada daerahnya masing - masing menjadi nilai tambah bagi Perusahaan dalam pandangan konsumen industri. Hal ini akan menjadi nilai tambah bagi konsumen industri dalam menjual produk tekstil kepengecer dengan laba yang lebih. Demikian pula untuk perusahaan garmen yang membeli produk tekstil dari Perusahaan akan memiliki desain yang menarik untuk dibuat produk garmen yang memiliki nilai keindahan yang tinggi bagi konsumen akhir akan meningkatkan harga jual produk garmennya, sehingga akan menanamkan bellow the line pada mereka bahwa produk tekstil Perusahaan mempunyai jaminan desain mutakhir dan arah warna yang sesuai dengan selera pasar internasional dan bersifat sangat spesifik dan menguntungkan bisnis mereka. Sedangkan untuk konsumen akhir akan merasa bangga mengenakan busana dengan bahan yang khusus serta desain mutakhir dan arah warna yang spesifik. Hal ini akan membuat peningkatan penjualan Perusahaan dan distributor atau perusahaan garmen secara bertambah dari waktu ke waktu ("snow ball ").

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Hasil analisis GE menunjukkan posisi bisnis Perusahaan tekstil saat ini pada matrik daya tarik industi kategori sedang yang diindikasi sedang, matrik kekuatan bisnis ditunjukkan oleh indikator nilai kategori sedang, sehingga strategi idealnya adalah mempertahankan pertumbuhan stabil dengan meningkatkan penetrasi pasar dan pengembangan produk (market penetration and product development).

Prioritas strategi pemasaran yang dapat dikembangkan oleh Perusahaan tekstil pada posisi pengikut pasar untuk memasarkan produk tekstil adalah memperkuat saluran distribusi, membangun brand image dengan membangun loyalitas pelanggan. Karena pengaruh pasar Internasional Perusahaan harus menaikkan pangsa pasar Internasional dengan meningkatkan program promosi yang konsisten.

Ketatnya persaingan eksportir dari luar negeri menyebabkan turunnya pangsa pasar ekspor perusahaan dalam beberapa tahun ini , walaupun secara profit ada peningkatan karena adanya penjualan kenegara Eropah dan Amerika yang harga jualnya relatif lebih tinggi dibanding dengan negara lainnya.

Saran

Alternatif strategi pemasaran yang dapat disarankan ialah strategi pertumbuhan intensif yaitu penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk dengan cara:

1. Memperkuat saluran distribusi dengan melakukan evaluasi cakupan distribusi dan menambah jumlah distributor diluar negeri,

2. Meningkatkan program promosi dengan mengikuti acara peragaan busana terutama yang bertaraf internasional dan tayangan iklan pada media elektronik (TV) pada stasiun udara di luar negeri,

3. Mengisi permintaan pasar ekspor terutama pasar negara Amerika dan Jerman dengan menyederhanakan dan mempersingkat waktu pesanan ,

4. Memperkuat potensi R&D untuk menjawab permintaan kebutuhan pasar internasional dalam hal menciptakan jenis kain yang baru ,

5. Memperkaya jumlah koleksi desain dengan beragam arah warna yang spesifik .

DAFTAR PUSTAKA

Alan. M. Rugman - Richard M. Hodgetts 1995,International Business

Strategic Management Approach McGraw-Hill. Inc USA

Amir M.S. 1996, Letter Of Credit Dalam Bisnis Ekspor dan Impor, Seri Umum No. 18, PT. Pustaka Binawan Pressindo. Jakarta.

Badan Pusat Statistik 1999, Statistik Industri Besar dan Sedang, Jakarta

Indonesia.

Donald.A.Ball, Wendell.H. Mc Culloch,Jr,1999. International Business The Challange of Global competition. U.S.A.

Engel, J.Blackwell F, Miniard R.D.,Paul W. 1995. Perilaku Konsumen. Alih bahasa Budijanto. Binarupa Aksara. Jakarta.

Hill WLC & Jones R. Greenley , 1989 . Strategic Managemen an Integrated Approach. Houghton Mifflin Company USA.

Kinnear, T.C. and J.R. Tailor. 1983. Marketing Research: An Applied Approach. Second Edition. Mc Graw - Hill Book Company.

Kotler, P. 1995. Manajemen Pemasaran. Analisis Perencanaan Implementasi dan Pengendalian. Edisi kedelapan. Salemba Empat Pretice Hall. Edisi Indonesia.

Purba, Radiks. 1993, Mengenal Praktek Bisnis. PT. Pustaka Binawan Pressindo. Jakarta.

Purnomo, S.H dan Zulkeiflimansyah. 1996. Manajemen Strategi. Sebuah konsep pengantar. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.

Sevilla, G.C. 1993. Pengantar Metode Penelitian . Terjemahan Tuwu, A.

UI Press. Jakarta.

Uniform Custom And Practice For Documentary Credits (UCPDC). 1993, International Chamber Of Commerce Publication No. 500 Inc. in New York.

William J. Stanton, Michael J. Etzel & Bruche J. Walker (1991), Fundamentals Of Marketing 9th Edition . Mc Graw-Hill, Inc. USA.

0 komentar:

Poskan Komentar

Cari Blog Ini

Memuat...

Follow me

About this blog

Dalam diri manusia itu ada dua macam potensi tipuan dan rayuan. Dua hal itu seperti duri jika dipegang dan ibarat bunga jika dipandang. Apabila engkau memerlukan pertolongan mereka, bersikaplah bagai api yang dapat membakar duri-duri itu.